Superposisi: Dalam Mekanika Kuantum, Sebab Bisa
Menjadi Akibat, Akibat Menjadi Sebab?
Salah satu konsep paling mengakar dalam dunia sains dan juga dalam
kehidupan sehari-hari adalah perihal sebab akibat; gagasan bahwa peristiwa saat
ini disebabkan oleh peristiwa di masa lalu dan, pada gilirannya,
tindakan menjadi penyebab untuk apa yang akan terjadi di masa depan. Jika
peristiwa A adalah penyebab untuk akibat B, maka B tak bisa menjadi penyebab
untuk A. Kini, para fisikawan teoritis dari Universitas Wina dan Université
Libre de Bruxelles menunjukkan bahwa dalam mekanika kuantum dimungkinkan untuk
menciptakan situasi di mana satu peristiwa bisa menjadi keduanya, sebab maupun
akibat.
(Temuan ini dipublikasikan dalam Nature Communications.)
Meski belum diketahui apakah situasi semacam itu bisa ditemukan di alam,
kemungkinan bahwa itu bisa terjadi telah lebih jauh mencapai implikasi bagi
fondasi mekanika kuantum, kuantum gravitasi dan komputasi kuantum.
Sebuah kerangka kerja bagi mekanika kuantum ini mendemonstrasikan
kemungkinan bagi dua agen untuk melakukan tugas komunikasi di mana hal ini
mustahil untuk menyebut dengan pasti siapa mempengaruhi siapa (Kredit:
Universitas Wina)